Bagaimana Agar Usaha dan Bisnis Anda Tidak Bangkrut di Tengah Jalan?

Bagaimana Agar Usaha dan Bisnis Anda Tidak Bangkrut di Tengah Jalan?

Dalam survei – survei yang kami lakukan sejak kami memulai perusahaan konsultasi, bimbingan dan pendampingan bisnis kami pada tahun 2007, kami menemukan sekitar 80% perusahaan “start-up” berusia 2 sampai 5 tahun yang tutup dan bangkrut menyebutkan bahwa mereka tutup karena mereka memulai dengan terlalu sedikit uang sebagai salah satu penyebab utama kegagalan mereka.

Sebuah kesalahan umum dan mematikan dari para pengusaha baru tersebut adalah mereka mengasumsikan bahwa profitabilitas bisa segera mereka dapatkan dengan instan dan sangat cepat.  Bahkan tak jarang para pengusaha pemula tersebut menggantungkan “nyawa bisnis” mereka bahkan hingga “capital expense” yang harus mereka keluarkan dalam bulan – bulan berikutnya hanya kepada asumsi kemampuan “super” mereka dan merasa PASTI bisa menjual produk, jasa atau informasi yang mereka miliki dengan sangat hebat dan akan laku keras sampai termehek – mehek di bulan pertama saja.  Ingatlah selalu bahwa membangun sebuah bisnis yang mampu bertumbuh besar adalah BERBEDA dengan hanya Anda berdagang atau berjualan saja.  Membangun sebuah bisnis yang mampu bertumbuh dalam jangka panjang membutuhkan perencanaan yang baik, karena bisnis Anda harus mampu hidup dan bertumbuh bukan hanya satu, dua bulan atau satu, dua tahun saja.

Berbeda dengan hanya menjadi pedagang.  Anda hanya perlu mampu mencari sumber produk, jasa atau informasi yang akan Anda dagangkan, mengkalkulasi/ memperhitungkan keuntungan dan mampu menjualnya.  Beres dah…

Beda pula dengan menjadi seorang penjudi dalam bisnis.  Anda hanya perlu mampu mencari sumber produk, jasa atau informasi yang akan Anda judikan.  Tanpa kalkulasi, tanpa memahami bisnisnya bahkan tanpa tahu mau dijual ke target market yang mana, langsung memborong barang karena “katanya” PASTI laku.  Sampai di rumah, mengurung diri di kamar, bermodal doa dan meminta “Sang Pencipta kita agar membuatnya menjadi laku laris manis hingga tujuh turunan.

Lalu bagaimana agar usaha dan bisnis yang kita lakukan tidak berujung pada bangkrut di tengah jalan?  Tips singkat di bawah ini akan membantu Anda untuk mengatasi hal tersebut.

1.  Menghitung dan Mempersiapkan Jumlah Modal Yang Dibutuhkan :

Kami selalu merekomendasikan para klien kami untuk membuat perencanaan di awal untuk kemungkinan yang terburuk yang mungkin terjadi, yang berarti para klien kami mampu mempersiapkan diri setidaknya selama dua tahun sebelum benar – benar mampu menghasilkan keuntungan yang konsisten dalam bisnisnya.

Dalam rencana bisnis Anda, menuliskan anggaran keuangan secara rinci yang dapat mendukung Anda melalui masa-masa sulit di awal ini adalah suatu keharusan.

Setelah Anda tahu berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk memulai ide bisnis Anda seperti yang ada dalam gambaran Anda, tambahkanlah 50 persen untuk amannya.

Salah satu cara untuk menghemat modal awal yang harus Anda keluarkan adalah mulailah bisnis Anda dengan sesederhana mungkin. Sebuah kesalahan umum calon pengusaha pemula adalah mereka melakukan pengeluaran modal terlalu besar bagi kemewahan yang tidak perlu seperti kursi kantor mewah atau bahkan dekorasi mewah hingga lokasi kantor yang harus bergengsi.  Bahkan dalam beberapa kasus, banyak dari mereka tidak memulai bisnis mereka hanya karena mengatasnamakan “rasa malu” kalau tidak bisa memulai dari lokasi yang mewah dan bahkan tidak memiliki modal untuk membeli peralatan atau mesin yang mereka anggap sebagai paling top dan paling sempurna untuk memproduksi produk mereka.

Sadarkah Anda bahwa banyak bisnis sukses bernilai Miliaran dolar saat ini yang dimulai dari  rumah.  Mereka bahkan tidak habis – habisan modal di awal dan langsung mempekerjakan 10 karyawan atau meluncurkan kampanye pemasaran yang mahal.

Kuncinya bersabar dan mulailah perlahan-lahan.  Buatlah perencanaan.  Kunci keuangan dalam bisnis itu sederhana, siapkan uangnya sebelum bisnis Anda membutuhkannya.  Ingatlah selalu bahwa bisnis Anda boleh dimulai dari kecil namun tidak boleh membuat Anda berpikir kecil – kecilan.

Bahkan jika Anda sudah mendapatkan kontrak penjualan dengan para pelanggan Anda sekalipun, tidak semua orang pelanggan Anda akan membayar tepat waktu.  Mungkin ada tenggang waktu yang harus Anda pertimbangkan antara waktu Anda menjual produk Anda dan waktu Anda menerima pembayaran uang tunai di bank Anda.  Bahkan mungkin ada pelanggan Anda yang beritikad tidak baik dan membawa kabur hutang – hutangnya.

Dan ingat apabila uang dari pelanggan Anda belum masuk ke dalam rekening Anda sekalipun, Anda masih memiliki kewajiban membayar kepada pemasok Anda dan kewajiban pengeluaran operasional termasuk gaji karyawan Anda.

Jangan biarkan masalah kelancaran arus kas merusak kepercayaan yang sudah Anda bangun dengan susah payah dengan para pemasok dan karyawan Anda.

2.  Buatlah Strategi Pemasaran dan Penjualan yang Tepat :

Luangkan waktu untuk merencanakan strategi pemasaran Anda.
Salah satu elemen yang paling penting dari rencana bisnis yang sukses adalah adanya rencana pemasaran yang baik.

Dimulai dengan “apa yang Anda pasarkan”.  Selalu definisikan “apa yang Anda pasarkan ini berdasarkan manfaat/ benefit yang bisa didapat oleh pelanggan Anda dengan membeli dan memakai produk, jasa atau informasi yang Anda pasarkan.”

Kemudian analisalah data target pasar yang ingin Anda kejar.  SIAPA mereka dan MENGAPA mereka harus memakai produk Anda?  Apa masalah dalam hidup mereka yang bakal terselesaikan dengan memakai produk, jasa atau informasi Anda tersebut?

Mintalah umpan balik dari para pelanggan Anda dan lakukan analisa kompetitif sehubungan dengan pesaing/ kompetisi yang ada di sekitar Anda.

Caranya?

Sederhana saja, berbicaralah dengan para pelanggan Anda dan pelanggan pesaing Anda, tanyakan mengapa mereka membeli dari Anda dan mengapa mereka membeli dari pesaing Anda?  Apa yang membuat mereka tidak membeli dari Anda dan malah membeli dari pesaing Anda?  Apa yang membuat mereka membeli dari Anda dan bukannya dari pesaing Anda?  Belanjalah dari pesaing Anda dan perhatikan apa kebutuhan – kebutuhan pelanggan yang belum mereka penuhi?

Apa yang sudah dengan sangat baik dilakukan oleh pesaing Anda, dan apa yang dilakukan dengan kurang baik oleh mereka?

Buatlah bisnis Anda menjadi berbeda dibandingkan mereka dengan menganalisa semua informasi tersebut.  Hal ini yang akan Anda komunikasikan kepada target market Anda.  Setelah Anda memiliki data dan informasi di atas, Anda perlu merancang kampanye pemasaran yang dapat membuat para target market Anda bersedia membeli dari Anda.

Strategi pemasaran yang baik, haruslah dapat melakukan dua hal ini bagi bisnis Anda :

a) Membuat target market Anda bersedia membeli dari Anda

b) Mengkomunikasikan “janji merek/ branding” bisnis Anda sehingga target market Anda tersebut membeli dari Anda karena suatu ALASAN TERTENTU yang merupakan manfaat yang dijanjikan oleh bisnis Anda untuk target market Anda.

Masalah umum untuk bisnis baru adalah mereka sering terburu-buru ingin memasang iklan koran, membuat brosur keren, mahal dan mengkilap, memasang iklan billboard, iklan radio dan iklan televisi, iklan facebook, dan lain – lain.

Pertimbangan pertama yang harus Anda buat adalah ANGGARAN.  Anda perlu mencari tahu berapa banyak biaya untuk setiap jenis iklan dan berapa banyak pelanggan potensial Anda akan Anda capai.   Ini baru asumsi calon pelanggan potensial ya, artinya mereka belum membeli dari Anda lho karena baru calon pelanggan dan belum menjadi pelanggan.  Pilihlah strategi pemasaran yang memberikan pilihan paling baik untuk setiap uang yang Anda keluarkan dari bisnis Anda.

Jadi pertimbangkan Anggaran VS Potential Customer dari masing – masing strategi tersebut.

Bahaya lain dari bergegas ke sebuah kampanye pemasaran yang mahal adalah bahwa Anda belum benar-benar lancar dalam penyediaan produk, jasa dan atau Anda belum benar – benar memahami model bisnis yang Anda jalankan.  Katakanlah kampanye pemasaran Anda sukses besar, menarik ribuan calon pelanggan yang berbondong – bondong mendatangi toko Anda, website Anda, facebook Anda, instagram Anda. Bagaimana Anda akan menangganinya?

Jika karyawan Anda tidak terlatih atau Anda masih mendapatkan banyak masalah dalam menyediakan produk Anda, menangani keluahan, menangani ketepatan pengiriman, dan lain – lain, maka semua pelanggan tersebut akan memiliki pengalaman buruk dan rasa jengkel karena merasa tertipu membaca iklan Anda. Dan cerita – cerita buruk yang dilakukan oleh mereka kepada teman – teman mereka mengenai bisnis Anda akan menjadi sebuah situasi terburuk yang harus Anda hadapi dalam bisnis Anda.

Hal diatas adalah kesalahan paling fatal yang sering dibuat oleh pebisnis pemula dalam hal pemasaran ini.  Mereka mengasumsikan strategi pemasaran yang mereka buat akan bisa mengurus kelangsungan hidup bisnisnya secara otomatis tanpa mereka mempertimbangkan tiga divisi lainnya dalam bisnis mereka : keuangan, sumber daya manusia, dan proses operasional bisnis mereka. Sebuah strategi pemasaran yang jelas merupakan suatu keharusan bagi setiap bisnis, namun hal ini merupakan salah satu faktor sukses saja. Anda tetap harus memahami ketiga area bisnis Anda tadi : bagaimana mengurus keuangan, bagaimana mengurus SDM, dan bagaimana mengurus operasionalnya.

3.  Jangan Menjual TERLALU MURAH :

Salah satu masalah yang paling umum dari bisnis baru adalah mereka mencoba untuk mengalahkan kompetisi dengan menawarkan harga yang lebih rendah dan lebih murah.

Kecuali Anda memiliki infrasturktur bisnis yang tepat, misal dengan saluran distribusi yang luas dan besar, memiliki efektivitas dan efisiensi pengiriman yang tinggi, strategi “paling murah” ini tidak akan bekerja dalam jangka panjang.

Mengapa?
Perusahaan yang lebih besar, perusahaan yang lebih mapan, perusahaan yang telah memiliki infrastruktur dan bisnis model yang tepat akan lebih mampu menghemat uang dengan membeli barang dalam skala lebih besar. Mereka telah belajar bagaimana untuk memotong biaya melalui hubungan jangka panjang dengan rantai pemasok dan melalui perencanaan logistik yang cermat. Hypermarket – hypermarket besar, misalnya, dapat menawarkan harga rendah karena memiliki kontrak eksklusif dengan pemasok dan setiap saat mereka bisa saja membuat kampanye pemasaran “buy one get one”, beli dua diskon 40%, dan bahkan bisa mengratiskan sesuatu untuk mendongkrak penjualan mereka ataupun mematikan bisnis baru pesaing mereka.  Pemasok memberikan mereka harga bawah, harga grosir karena mereka tahu rantai distribusi mereka yang demikian besar dan dapat membeli ratusan juta unit barang para pemasok.
Anda tidak akan begitu beruntung dalam jangka panjang, kecuali Anda memang ingin berbisnis kecil – kecilan di kampung Anda saja. Itupun belum tentu aman dalam jangka panjang karena akan selalu ada orang yang lebih besar dari Anda yang mampu menjual dengan harga lebih murah.

Akan memakan waktu untuk membangun hubungan dengan pemasok. Dan karena Anda memulai dari kecil, Anda tidak akan bisa mendapatkan harga grosir terendah.  Jika Anda mencoba untuk mengalahkan harga peritel – perital raksasan tersebut dengan harga lebih murah, maka Anda akan tidak menghasilkan uang dengan baik, alias kerja bakti dalam bisnis Anda.
Strategi yang lebih baik adalah harga barang atau jasa dengan nilai pasar wajar dan mencoba untuk mengalahkan kompetisi dengan menawarkan sebuah “perbedaan” entah pada kualitas yang lebih tinggi, pada manfaat produk yang lebih jelas, pada layanan pelanggan yang lebih seperti keluarga sendiri dan atau Anda memiliki produk, jasa atau informasi yang unik.

Kuncinya adalah Anda mampu memahami bahwa uang adalah sebuah alat tukar nilai tambah.  Anda hanya dapat menjual lebih tinggi dibandingkan mereka yang telah beredar di pasaran dengan melakukan justifikasi “penambahan nilai” terhadap produk, jasa atau informasi yang Anda jual.   Renungkan bagi bisnis Anda : Apa yang bisa Anda ciptakan dan atau hilangkan dari bisnis para pesaing Anda hingga bisnis Anda layak dibayar lebih mahal?  Apa yang bisa Anda tambahkan dan atau kurangkan dari bisnis para pesaing Anda hingga bisnis Anda layak dibayar lebih mahal?

Ini hanyalah salah tiga alasan saja, masih banyak tantangan – tantangan lainnya yang bisa Anda pelajari dan atasi dengan baik.  Asal Anda berjanji untuk terus aktif membuka, mempelajari, berkomentar yang membangun dan membagikan postingan artikel – artikel kami kepada teman – teman Anda yang lain, kami berjanji akan terus membagikan semaksimal mungkin ilmu, pengetahuan dan pengalaman kami selama bertahun – tahun bergandengan tangan, berdiksusi dan membantu para pebisnis pemula hingga pebisnis dengan omset triliunan untuk kemajuan bisnis dan hidup Anda!

Selalu belajarlah dari Umpan Balik untuk setiap strategi dan tindakan yang Anda lakukan untuk bisnis Anda!  Lakukan penyesuaian strategi dan tindakan Anda apabila hal tersebut tidak mengarahkan Anda kepada hasil yang Anda inginkan bagi bisnis Anda.

Satu hal yang paling penting bagi Anda yang tidak ingin bangkrut dan menyerah dalam bisnis Anda,  tidak peduli seberapa menantangnya perjalanan bisnis Anda, peganglah selalu keyakinan bahwa “Tidak ada kata gagal, yang ada adalah sebuah pembelajaran.  Kalau saya belum sukses dengan salah satu ide bisnis saya, berarti masih ada yang harus saya pelajari.”

Dengan memegang prinsip tersebut, saya telah terus belajar dan bertumbuh.  Beberapa bisnis saya di awal yang bangkrut, tidak membuat saya menyerah karena saya tahu masih ada yang salah dan masih ada yang harus saya pelajari.  Saya bahkan pernah bangkrut kehabisan uang sama sekali hingga harus menjual semua yang bisa saya jual untuk sekedar bertahan hidup dan pada saat itu saya merasa sangat bahagai ketika menemukan koin seribu rupiah di selipan kursi rumah saya.    Namun dengan memegang prinsip tersebut, saya mampu mengubah kehidupan saya pribadi bagai langit dan bumi.  Saat ini saya memiliki beberapa bisnis yang telah saya jalankan dengan baik, dan mampu menghasilkan pendapatan perbulan saya ketika dahulu berkarir sebagai seorang eksekutif puncak di salah satu perusahaan kimia terbesar di dunia hanya dalam waktu dua jam atau kurang saja.

Pesan saya, “jika kehidupan Anda saat ini atau suatu hari nanti babak belur dan bahkan mungkin Anda merasa sudah tidak sanggup untuk berdiri tegak dan berjalan dengan kaki Anda, tetaplah bangkit dan merangkaklah maju ke depan dengan telapak tangan dan lutut Anda!  Yang penting bergeraklah maju, merangkak secara perlahan tidak apa – apa, yang penting tetaplah bergerak maju.  ‘SELAMA ANDA TIDAK MEMUTUSKAN UNTUK BERHENTI DAN MENYERAH, ANDA TIDAK AKAN PERNAH BISA GAGAL!”.

Have a great business day!

 

warm Regards,

Coach Sugeng Santoso

 

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *